PraySpot
LanguageBahasa Indonesia
For Better Hospitality

Tentang Muslim

Berikut adalah dasar yang perlu diketahui untuk menyambut wisatawan Muslim,
serta poin praktis terkait makanan, shalat, dan pelayanan.

Yang penting bukan perlakuan khusus,
tetapi komunikasi yang jelas

Banyak wisatawan Muslim ingin menikmati perjalanan dan kehidupan sehari-hari di Jepang. Fasilitas tidak perlu menyiapkan semuanya dengan sempurna. Menata apa yang dapat dilakukan secara realistis dan menyampaikannya dengan jelas akan memberi rasa aman.

Sikap Dasar dalam Menyambut Wisatawan Muslim

Mulai dengan memahami

Mulailah dengan mempelajari dasar Islam dan Muslim tanpa prasangka. Dengan pemahaman yang tepat, menerima wisatawan Muslim tidak perlu menjadi hal yang terlalu sulit.

Sampaikan dengan jelas apa yang dapat disediakan

Mulai dari hal yang dapat disiapkan tanpa biaya atau waktu besar adalah langkah realistis. Informasi yang jelas di situs web, papan informasi, dan menu membantu pengunjung merasa aman.

Tidak perlu berlebihan

Banyak wisatawan Muslim memahami kondisi setempat dan ingin menikmati pengalaman di Jepang. Menghindari tindakan yang terlalu ketat dan membebani fasilitas juga penting.

Pengetahuan Dasar yang Perlu Diketahui

Apa itu Muslim?

Muslim adalah orang yang memeluk agama Islam. Muslim tinggal di berbagai negara, wilayah, dan budaya, termasuk Asia Tenggara, Asia Selatan, Timur Tengah, Eropa, dan Amerika. Penting untuk tidak menilai dari negara atau penampilan, karena praktik tiap orang dapat berbeda.

Apa itu Halal?

Halal berarti sesuatu yang diperbolehkan menurut hukum Islam. Untuk daging, proses sesuai aturan Islam penting, sedangkan makanan laut, sayuran, dan buah umumnya lebih mudah dipilih. Sertifikasi halal juga mencakup minuman, produk kebersihan, restoran, dan distribusi.

Tentang Shalat

Muslim shalat lima kali sehari pada waktu tertentu dengan menghadap ke arah Makkah. Saat bepergian, sebagian orang dapat menggabungkan shalat sesuai jadwal dan perjalanan, tetapi tempat yang bersih dan tenang membantu mereka merasa nyaman.

Aturan dan Kebiasaan

Islam memiliki praktik penting seperti syahadat, shalat, zakat, puasa, dan haji. Pada bulan Ramadan, banyak Muslim berpuasa pada siang hari, dan selain makanan, pakaian yang sopan serta kebiasaan lain juga dapat perlu diperhatikan.

Apa itu Ramadan?

Ramadan adalah bulan kesembilan dalam kalender Islam dan merupakan bulan suci. Banyak Muslim tidak makan dan minum dari fajar hingga matahari terbenam. Praktiknya dapat berbeda tergantung perjalanan, kondisi kesehatan, dan keadaan pribadi.

Apa itu Wudu?

Wudu adalah proses bersuci sebelum shalat. Bagian tubuh seperti tangan, mulut, hidung, wajah, lengan, kepala, telinga, dan kaki dibasuh dengan air untuk menyiapkan diri lahir dan batin sebelum shalat.

Apa itu Kiblat?

Kiblat adalah arah Ka'bah di Makkah yang dihadapi Muslim saat shalat. Di mana pun berada, memastikan arah ini adalah bagian dasar dari shalat.

Apa itu Masjid?

Masjid adalah tempat Muslim shalat, belajar, dan berkumpul sebagai komunitas. Masjid memiliki peran penting dalam kehidupan beragama, termasuk shalat berjamaah seperti shalat Jumat.

Tentang Wisatawan Muslim ke Jepang

Jumlah wisatawan dari Asia Tenggara pulih pesat setelah pandemi COVID-19 dan mencapai rekor tertinggi pada 2025. Malaysia dan Indonesia memiliki proporsi Muslim yang tinggi, sehingga kebutuhan untuk menyiapkan lingkungan penerimaan semakin meningkat guna mendorong perjalanan lanjutan dan belanja.

Dukungan bagi Muslim bukan perlakuan khusus, melainkan upaya menyediakan informasi dan lingkungan agar wisatawan dapat makan dan shalat dengan tenang.

Kebutuhan setiap orang berbeda. Menjelaskan apa yang dapat disediakan dan mengonfirmasi bila perlu akan membantu dalam praktik.

東南アジアの訪日旅行者数推移とムスリム比率
出典:国土交通省 多様な食習慣を持つ 訪日外国人旅行者の実情

Hal yang Sering Menyulitkan Saat Bepergian

  • Sulit menemukan restoran atau informasi menu yang dapat dipercaya.
  • Sulit menemukan tempat tenang untuk shalat saat berada di luar.
  • Label bahan berbahasa Jepang saja sulit dipahami.
  • Onsen dan pemandian umum dapat sulit digunakan bagi yang tidak nyaman telanjang di depan umum.

Langkah Awal yang Mudah bagi Fasilitas

Daripada memulai dengan investasi besar, lebih realistis untuk mulai dari menata dan menyampaikan informasi yang sudah dapat disediakan.

01

Jelaskan apa yang dapat disediakan

Tidak perlu menyiapkan semuanya dengan sempurna. Tata apa yang dapat dan tidak dapat disediakan, lalu sampaikan dengan jelas melalui situs web, papan informasi, dan panduan staf.

02

Tampilkan informasi makanan

Tunjukkan apakah ada babi, bahan turunan babi, alkohol, atau bahan turunan hewan. Informasi tentang pilihan yang lebih mudah seperti makanan laut, sayuran, dan buah juga praktis.

03

Arahkan ke tempat shalat

Meski tidak ada ruang khusus, ruangan kosong yang bersih dan tenang atau ruang serbaguna dapat membantu. Periksa juga apakah tempat tersebut tidak terlalu terlihat oleh banyak orang.

04

Sediakan sajadah dan panduan kiblat

Shalat dilakukan di tempat yang bersih dengan menghadap kiblat, yaitu arah Makkah. Sajadah pinjaman, tanda arah, atau kompas kiblat akan memudahkan penggunaan ruang.

05

Arahkan ke air untuk wudu

Sebelum shalat, Muslim membasuh bagian tubuh seperti tangan, wajah, dan kaki. Informasi tentang wastafel atau area air terdekat, sandal, handuk, dan tisu kertas sangat praktis.

06

Ketahui masjid dan toko ramah halal terdekat

Mengetahui lokasi dan rute ke masjid, ruang shalat, dan toko ramah halal terdekat akan memudahkan staf menjawab pertanyaan.

07

Bagikan pertimbangan pelayanan

Sebagian orang menghindari kontak fisik dengan lawan jenis yang bukan keluarga. Staf dapat berbagi langkah sederhana seperti menghindari situasi berdua atau membiarkan pintu terbuka saat mengantar tamu.

08

Permudah akses informasi

Wi-Fi gratis, tampilan bahasa Inggris, dan piktogram membantu wisatawan memeriksa waktu shalat, arah kiblat, dan informasi makanan sendiri.

Yang Dapat Dilakukan PraySpot

Menghubungkan pencari tempat shalat dengan fasilitas yang dapat menerima mereka

PraySpot adalah platform reservasi yang membantu wisatawan Muslim menemukan tempat shalat dengan tenang saat bepergian atau berada di luar.

Hotel, toko, kantor, fasilitas publik, dan ruang kosong lainnya dapat didaftarkan sebagai tempat shalat, sehingga pengguna dapat memeriksa lokasi, fasilitas, dan jam penggunaan terlebih dahulu. Ini mengurangi kekhawatiran harus shalat di jalan atau tempat umum yang ramai, sekaligus membantu fasilitas memulai penerimaan secara realistis.